Kedhaton Besiyaran Yogyakarta

RAJA-RAJA YANG DIMAKAMKAN DI KEDHATON BESIYARAN YOGYAKARTA.


SULTAN HAMENGKU BUWONO IV.

Wilayah Kekuasaan: Kasultanan Yogyakarta

Peristiwa Penting:

  • Meninggalkan 2 buah kereta, yang bernama Kyai Manik Retno dan Kyai Jolodoro.
  • Pembangunan Makam Pajimatan Imogiri (Kedhaton Besiyaran Yogyakarta).


SULTAN HAMENGKU BUWONO V.

Wilayah Kekuasaan: Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, dan Gunungkidul.

Peristiwa Penting:

  • Perang Jawa (1825-1830).
  • Perjanjian Klaten pada tahun 1830, perjanjian inilah yang menandai penegasan wilayah dan batas-batas Kasultanan Yogyakarta dengan Kasunanan Surakarta. Wilayah Kasultanan Yogyakarta hanya meliputi Mataram dan Gunungkidul. Di wilayah tersebut terdapat enklave Kasunanan Surakarta (Kotagede dan Imogiri), Kadipaten Mangkunegaran (Ngawen), dan Kadipaten Pakualaman (ibukota Pakualaman).
  • Setelah Perang Diponegoro berakhir pada tahun 1830, Pemerintah Hindia Belanda merampas seluruh wilayah Mancanegara.
  • Penulisan Serat Makutha Raja, memuat tentang prinsip-prinsip dasar menjadi raja yang baik dan nantinya menjadi pedoman bagi raja-raja selanjutnya serta rujukan bagi pemimpin-pemimpin di luar keraton.-Penulisan Suluk Sujinah, Serat Syeh Tekawardi dan Serat Syeh Hidayatullah.
  • Memprakarsai Gendhing Gati yang memadukan alat musik diatonis seperti terompet, trombon, suling dan jenis drum atau tambur dengan karawitan jawa.
  • Membentuk kelompok penari Bedaya yang biasanya ditarikan oleh para penari perempuan, digantikan oleh sekelompok penari laki-laki yang disebut kelompok Bedaya Kakung.
  • Menciptakan Tari Serimpi Renggawati yang ditarikan oleh lima orang penari, yang salah satunya berperan sebagai Dewi Renggawati. Jalan cerita tari ini menggambarkan kisah Prabu Angling Dharma.
  • Mengembangkan seni wayang orang, yaitu Pragulamurti, Petruk Dadi Ratu, Angkawijaya Krama, Jaya Semedi dan Pregiwa-Pregiwati.


SULTAN HAMENGKU BUWONO VI.

Wilayah Kekuasaan: Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, dan Gunungkidul.

Peristiwa Penting:

  • Bencana alam gempa bumi pada tahun 1867, menurut International Handbook of Earthquake and Engineering Seismology tercatat berkekuatan 6,8 SR dan mengakibatkan kerusakan Tugu Golog Giling (saat ini Tugu Jogja), bangunan Tamansari, Masjid Gede (saat ini Masjid Kauman, serta Loji Kecil (saat ini Istana Kepresidenan Gedung Agung).
  • Menciptakan tari Bedhaya Babar Layar dan Srimpi Endra Wasesa.
  • Memesan kereta Kyai Kanjeng Garudho Yakso.
  • Memesan kereta Kyai Wimono Putro, yang nantinya menjadi kereta yang dipergunakan ketika diadakan upacara pelantikan putera mahkota menjadi Sultan.
slide 3 to 12 of 12