RAJA-RAJA YANG DIMAKAMKAN DI KEDHATON SAPTARENGGA YOGYAKARTA.
SULTAN HAMENGKU BUWONO VII.
Wilayah Kekuasaan: Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, dan Gunungkidul.
Peristiwa Penting:
- Pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII merupakan masa transisi menuju modernisasi.
- Tak kurang terdapat 17 pabrik gula berdiri, pabrik-pabrik tersebut terdiri dari pabrik milik Kasultanan, swasta maupun milik Belanda. Dari setiap pabrik, beliau menerima uang sebesar f 200.000 (f = florin, rupiah Belanda) dari Pemerintah Belanda.
- Pembangunan sarana transportasi berupa jalur kereta api serta lori-lori pengangkut tebu.
- Pembangunan Pesanggrahan Ambarukmo.
- Renovasi Tugu Golog Giling (saat ini Tugu Jogja) yang hancur saat gempa pada tahun 1867, setelah proses renovasi diresmikan pada tahun 1889.
- Mendukung putera-pumteranya untuk mendirikan sekolah tari gaya Yogyakarta, Krido Bekso Wiromo.
- Berdirinya organisasi petani Pakempalan Kawulo Ngayogyakarta.
- Berdirinya organisasi Muhammadiyah.
- Tersedianya ruang kepada aktivis-aktivis organisasi politik cikal bakal negara Indonesia.
- Terselenggaranya Kongres pertama Budi Utomo yang pertama.
- Diperbolehkannya penyelenggaraan perayaan hari-hari besar keagamaan sesuai dengan kalender Hijriah.
- Menciptakan Tari Bedaya Sumreg, Srimpi Dhendhang Sumbawa, dan Bedaya Lala.
- Merubah Tari Bedaya yang semula menggunakan kampuh beralih menjadi menggunakan mekak, namun riasannya tetap menggunakan paes ageng.
- Terdapat abdi dalem empu pembuat keris yang menghasilkan keris-keris bagus yang dikenal dengan keris tangguh kaping piton.
- Pembangunan Makam Pajimatan Imogiri (Kedhaton Saptarengga Yogyakarta).
SULTAN HAMENGKU BUWONO VIII.
Wilayah Kekuasaan: Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, dan Gunungkidul.
Peristiwa Penting:
- Berdirinya Sekolah Taman Siswa Nasional pada tahun 1922.
- Berdirinya Organisasi Politik Katolik Jawi pada tahun 1923.
- Terselenggaranya Kongres Perempuan yang pertama pada tahun 1929.
- Renovasi bangunan Bangsal Pagelaran, Tratag Siti Hinggil, Gerbang Danapratapa dan Masjid Gede.
- Menciptakan Tari Beksan Srimpi Layu-layu, Beksan Gathutkaca – Suteja, Bedaya Gandrung Manis, Bedaya Kuwung – Kuwung.
- Pembakuan terhadap pakem tari klasik Gaya Yogyakarta dimulai.
- Masa keemasan pentas wayang wong.
- Tari Bedaya yang lahir pada era ini tidak menggunakan kampuh dan paes ageng. Di masa ini penari menggunakan jamang dan bulu-bulu, baju tanpa lengan serta kain seredan.
SULTAN HAMENGKU BUWONO IX.
Wilayah Kekuasaan: Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, dan Gunungkidul.
Peristiwa Penting:
- Pendudukan Jepang (1942-1945).
- Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945.
- Sultan Hamengku Buwono IX bersama Paku Alam VIII, mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa daerah Yogyakarta adalah bagian dari wilayah Republik Indonesia pada tanggal 5 September 1945.
- Menjadi Ibukota Republik Indonesia (1946-1949).
- Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948.
- Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman bergabung menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta.